Selasa, 24 Juli 2012

SASTRA


Sebuah ironi
Mungkin sekarang tak akan ada lagi yang peduli,
apakah akan tetap bertahan ataukah lenyap ditelan bumi..
Entahlah,,
aku sendiri tak mengerti dan memahami,
akan semua yang telah terjadi.
Beginikah takdir yang digariskan-Nya untuk ku?
menghadapi semua sendiri, tanpa ada seorang pun untuk berbagi.
Karena memang tak akan ada yang mau mendengar dan mengerti..
Yaaaa....
hidup memang terkadang terasa begitu kejam,
bak episode sinetron yang tak akan bernah berakhir,
semua bergulir tiada terhenti, saling berhubungan, saling terkait satu dan yang lainnya..
Sandiwara..
sandiwara kehidupan yang akan selalu abadi,
mengisi setiap jiwa-jiwa yang lemah..
jalan ceritanya bisa saja berubah,
semua bertumpu pada sang tokoh utama.
Apakan mampu bertahan dan mengatasi semua,
memecahkan setiap persoalan tanpa terkecuali.
atau kah akan menyerah, pasrah pada takdir yang menghampiri..
putus asa, lemas dengan keadaan...
Andai itu terjadi, maka satu hal yang pasti,
cerita akan berakhir tragis penuh ironi,
kebenaran pun akan tersembunyi,
abadi di balik kabut tebal yang akan selalu menyelimuti..
Sungguh hidup adalah ironi....

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar